Terbaru! Kondisi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 1 Orang Tewas

Tragedi memilukan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin sore, 29 September 2025. Sebuah musala tiga lantai di kawasan asrama putra ambruk saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah. Peristiwa ini menewaskan satu santri dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.


Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat para santri tengah salat Asar. Salah satu santri, Wahid, mengungkapkan bahwa bagian ujung musala ambruk terlebih dahulu sebelum akhirnya merembet ke bagian lain gedung. Bangunan musala tersebut diketahui masih dalam tahap pembangunan dan belum memiliki izin resmi.

Ketua RT setempat, Munir, menyebutkan bahwa terdengar suara gemuruh mirip gempa saat bangunan ambruk. Bangunan musala yang roboh merupakan bagian dari asrama putra Ponpes Al Khoziny.


Jumlah Korban dan Kondisi Terkini

Hingga Selasa pagi, 30 September 2025, jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 102 orang. Dari jumlah tersebut, satu santri dinyatakan meninggal dunia, sementara 38 lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Sebanyak 63 santri lainnya berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Mereka bekerja keras meskipun terkendala oleh reruntuhan bangunan yang tidak stabil. Beberapa korban yang ditemukan dalam kondisi lemah diberikan oksigen dan air untuk bertahan hidup.


Penyebab Ambruknya Bangunan

Menurut keterangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bangunan musala tersebut awalnya merupakan struktur dua lantai. Namun, tanpa izin resmi, bangunan tersebut diperluas menjadi empat lantai dengan menambah dua lantai beton. Akibatnya, fondasi bangunan tidak mampu menahan beban tambahan, sehingga menyebabkan ambruknya bangunan saat proses pengecoran lantai tambahan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau lokasi kejadian dan memastikan bahwa pemerintah akan menanggung biaya pengobatan bagi korban yang terluka. Selain itu, bantuan logistik dan dukungan psikologis juga akan segera disalurkan kepada keluarga korban dan santri yang terdampak.


Tanggapan Pemerintah dan Masyarakat

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi ini dan menyerukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Beliau juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan agar memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

Kementerian Agama juga telah turun tangan untuk membantu proses pemulihan dan memastikan bahwa Ponpes Al Khoziny dapat beroperasi kembali dengan aman. Selain itu, pihak berwenang akan melakukan evaluasi terhadap izin dan struktur bangunan pesantren di seluruh Indonesia untuk mencegah kejadian serupa.


Dukungan dari Komunitas dan Relawan

Masyarakat sekitar dan relawan dari berbagai daerah berdatangan untuk memberikan bantuan. Mereka membantu dalam proses evakuasi, memberikan dukungan moral kepada keluarga korban, serta menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.

Komunitas pesantren juga menunjukkan solidaritas tinggi dengan mengirimkan doa dan bantuan untuk Ponpes Al Khoziny. Beberapa pesantren lainnya bahkan menawarkan tempat penampungan sementara bagi santri yang terdampak.


Kesimpulan

Tragedi ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo merupakan peringatan penting bagi semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam pembangunan fasilitas pendidikan. Pentingnya pengawasan terhadap izin dan struktur bangunan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan, serta para santri yang terluka segera diberikan kesembuhan. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan komunitas pesantren sangat diharapkan untuk proses pemulihan dan kelangsungan pendidikan di Ponpes Al Khoziny.